Jumat, 27 November 2009

SELAMAT IDUL ADHA

Hello teman-teman...

Selamat libur panjang ya... dan selamat Hari Raya Idul Adha bagi yang merayakannya. Untuk memperingati hari ini, kami modifikasi header kami dengan wool, hehe...


Senin, 23 November 2009

EXPOSURE TABLE

Senang sekali menyambut penghuni baru di headquarter kami (hehe... headquarter?), sebuah meja afdruk atau dalam bahasa inggrisnya exposure table.

Meja afdruk ini adalah salah satu dari peralatan yang sedang kami siapkan keberadaannya disini untuk mendukung riset dan pengembangan (walah... apalagi coba nih riset dan pengembangan? huhuhu...), ya supaya kami bisa segera bereksperimen, men-trial error produk-produk yang akan kami luncurkan, terutama produk yang menggunakan aplikasi silk-screen/sablon. Hmmh... semoga saja segera selesai ya...


Untuk melihat foto yang lainnya silakan meluncur ke halaman flickr kami.

Selasa, 17 November 2009

TEXTILE MATERIAL COVERED SCOOTER

Woww, satu lagi temuan unik kami di jalan, pengendara skuter telah melapisi seluruh body tunggangannya dengan kain (entah apa), full body, bahkan pada detail yang masih mungkin dilapisi, tidak ada yang terlewat. Tapi sayang kami tidak sempat bertemu dengan pemiliknya untuk (paling tidak) bertanya apakah boleh motornya kami bawa pulang.. hehehe... Skuter ini secara kebetulan diparkir dan mencuri perhatian kami di salah satu terminal bus di Bandung, Leuwi Panjang. Bagi yang tahu siapa pemiliknya silakan hubungi kami di e-mail: migomagi@gmail.com

Ada yang tahu kain apakah yang melapisi seluruh body skuter ini? 









Senin, 16 November 2009

CARDRONA BRA FENCE

Mungkin ini adalah objek wisata yang paling unik (atau aneh?), terletak di Central Otago Selandia Baru, beberapa penduduk lokal disana memang memuji, tetapi banyak juga yang tidak suka.

Bagi yang belum pernah tahu, ini dia pagar bra. Berita terakhir menyebutkan bahwa disana terdapat sekitar 7400 bra, dihitung dalam rangka pemecahan rekor dunia sebagai rentetan bra terpanjang di dunia (tetapi saat itu tidak berhasil, seharusnya mencapai 10.000 bra).

Menurut mitos/cerita, sejarah pagar bra ini dimulai pada tahun 1999 di antara natal dan tahun baru, 4 bra tertanggal di pagar kawat yang terpasang di sepanjang jalan itu, tidak pernah ada yang tahu siapa pelopor dan alasannya. Tidak membutuhkan waktu lama, cerita ini menyebar dan bra yang terpajang bertambah, beberapa memang ditambahkan oleh penduduk lokal pemilik tanah di wilayah itu, lalu pada Februari sudah berjumlah 60, hanya saja pada tahun ini seseorang melepasnya.

Tetapi ceritanya tidak berhenti disitu, karena media lokal rupanya mengangkat isu ini dan dengan ini cerita jadi semakin tersebar, "memaksa" agar pagar kawat yang tadi kosong itu untuk dipajangi lagi dengan lebih banyak bra. Bulan Oktober 2000 tercatat ada 200 bra yang menggantung, tapi lagi-lagi ada yang mencopot dan membersihkan pagar itu dari bra. Berita ini lagi-lagi diangkat media di Eropa sana, dan malah menjadi daya tarik wisata, lebih banyak orang lagi yang ingin menambah bra disana, ada yang datang sengaja dan amemasang sendiri branya, atau ada juga yang mengirim bra utnuk dipasangkan disana.
Beberapa penduduk menyambut antusiasme ini karena dapat menjadi penarik turis untuk datang kesana, pada kisaran awal 2006, sudah ada 600 bra. Tetapi seperti yang disebutkan di atas tadi, beberapa membencinya juga karena pagar bra ini dianggap sebagai ketidakpantasan dan merusak pemandangan, serta ada juga yang mengklaim bahwa hal ini bisa menimbulkan kecelakaan pada para pengendara yang melintas disana. 
Seorang petani domba lokal disana yang secara tidak resmi menjadi pengurus kawasan pagar bra itu menyebutkan bahwa dia menolak untuk melepas bra-bra tersebut dari pagar kawat, ada banyak surat yang datang yang menanggapi positif dengan keberadaan bra-bra itu, dan kini mejadi penarik objek fotografi terbanyak.
Tetapi pada 28 April 2006 cerita berakhir, para dewan disana memutuskan bahwa pagar bra ini meiliki resiko lalu lintas dan sebagai perusak pemandangan, dan mengeluarkan perintah untuk membersihkan pagar dari bra-bra. Dan sebelum dilepas, percobaan pemecahan rekor dunia sebagai rentetan bra terpanjang dilakukan, walaupun tidak berhasil (karena seharusnya mencapai 10.000 bra) tetapi acara ini mampu menghasilkan sumbangan sejumlah 10.000 dolar. Keren!





Jumat, 13 November 2009

DIGITAL CAMO

Sudah pasti ini adalah hasil dari perkembangan zaman yang semakin hari semakin canggih dan semakin serba komputerisasi, bagi yang belum tahu, inilah kamuflase digital, atau Digital Pattern, atau Digicammies, sebuah penemuan baru dalam teknologi kamuflase militer.

Berbeda dengan pattern kamuflase pada awal penggunaannya yang menerapkan komposisi gambar bergumpal, pada pattern kamuflase digital, susunannya dibangun dengan kumpulan pixel (kotak) yang terkomposisi secara kompleks. Alasan dibalik penggunaan pixel ini bukan (saja) berhubungan dengan perkembangan digital, tetapi rupanya karena menurut teori hal ini lebih efektif dibanding dengan pattern kamuflase yang standar. Pattern pixel ini dapat lebih menirukan tekstur dan garis-garis kasar yang ada di lingkungan asli, hal ini disebabkan oleh bagaimana mata manusia bekerja dengan gambar pixel.

Contoh perbandingan Pattern Woodland Amerika yang standar dan digital

Negara pertama yang mengadaptasi kamuflase digital ini adalah Canada (1996) yang dinamakan CADPAT kependekan dari Canadian Disruptive Pattern, kemudian diikuti oleh Amerika (MARPAT-Marine Pattern) dan seterusnya oleh Finlandia, China, lalu Jordania. Tetapi menurut sumber yang kami temukan (disini) rupanya beberapa dekade sebelumnya, digital pattern ini sudah pernah dikembangkan oleh Timothy R. O’Neill dan bahkan pernah digunakan oleh tentara Amerika pada kisaran tahun 1978 di Eropa, hanya saja setelah itu menghilang, karena pada waktu itu sulit sekali meyakinkan orang-orang awam bahwa kamuflase digital lebih efektif, hal ini disebabkan oleh persepsi mereka (orang awam) tentang alam (maksudnya, "Alam kan sangat tidak kotak-kotak, lalu kenapa harus dikamuflse dengan gambar yang sangat kotak-kotak?").

Contoh penggunaan Digicammies atau Digital Pattern di lapangan

Itulah profil singkat tentang digital Comuflage, dan berikut adalah gambar-gambarnya:

Digital Pattern Kanada (CADPAT)

Digital Pattern Amerika gurun (MARPAT desert)

Digital Pattern Finlandia

Digital Pattern Cina

Digital Pattern Jordania (Urban Pattern)

Tetapi, secanggih apapun teknologi kamuflase yang dikembangkan kini dan nanti, menurut kami tetap saja ini adalah sebuah ironi, bahwa tenaga dan pikiran beberapa manusia dicurahkan untuk memfasilitasi peperangan, mengakali agar pihak satu lebih sedikit terbunuh daripada pihak lawannya, dan bahwa teknologi ini digunakan untuk saling membunuh. Bagaimana menurut kamu?

hmmm... Semoga tidak terus menerus. Amin...